REFORMASI HUKUM PIDANA MELALUI PENGATURAN DELIK PERZINAAN DALAM KUHP BARU: PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN

Authors

  • Mara Ongku Hsb Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurpelita Sembiring Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.58878/sutasoma.v4i2.456

Keywords:

Perzinahan, KUHP, Delik Aduan, Perlindungan Hukum

Abstract

Adultery is one of the crimes listed in the Criminal Code that has attracted the most attention, particularly Articles 411 and 412 of the new Criminal Code. According to Human Rights Minister Supratman in his press conference, there are not many differences between the old and new Criminal Codes. One of them is married under the previous Criminal Code, but the new Criminal Code is even though there is no bond because it concerns children, who need to be protected. The research method used in this study is library research, which involves reviewing studies through library data related to the New Criminal Code regarding complaint-based offenses. Research Findings: Legal protection for victims in the new Criminal Code is regulated in Articles 411 and 412, allowing victims to file complaints directly with the authorities. In the old Criminal Code, complaint-based offenses were limited to married individuals, whereas in the new Criminal Code, offenses involving unmarried individuals (cohabiting couples) can be reported by parents and children, which are classified as absolute complaint-based offenses.

References

Anggraini, S. D., & Akli, Z. (2025, August 3). Analisis Perbandingan Pengaturan Tindak Pidana Perzinahan Dalam Kuhp Lama Dan Kuhp Baru (Undang-Undang No. 1 Tahun 2023). https://ojs.unimal.ac.id/jimfh/article/view/21965/9713

Dwijayanto, R. A. (2026). Tinjauan Yuridis Perbandingan KUHP Lama dan KUHP Baru dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 6(2), 746–754. https://doi.org/10.59188/JURNALSOSTECH.V6I2.32705

Harruma, I. (2022, July 4). Sejarah KUHP dan Perjalanan Menuju KUHP Baru. Kompas.Com . https://nasional.kompas.com/read/2022/07/05/01500051/sejarah-kuhp-dan-perjalanan-menuju-kuhp-baru?page=all

Herlinda, O. (2022, December). KUHP dan Kekerasan pada Perempuan. https://www.kompas.id/artikel/kuhp-dan-kekerasan-pada-perempuan?open_from=Search_Result_Page

Jayanti, D. H. (2026, February 9). Delik Perzinaan dalam KUHP Nasional, Antara Nilai Masyarakat dan Batasan Delik Aduan. Hukumonline.Com . https://www.hukumonline.com/berita/a/delik-perzinaan-dalam-kuhp-nasional--antara-nilai-masyarakat-dan-batasan-delik-aduan-lt698bf3619053e/?page=2

Kamil, I., & Damarjati, D. (2026, January 6). 3 Aturan Paling Sensitif di KUHP Baru: Zina, Hina Presiden, Demo. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2026/01/06/07532791/3-aturan-paling-sensitif-di-kuhp-baru-zina-hina-presiden-demo

Karitka, M. (2026). Tindak Pidana Perzinaan Diproses Jika Diadukan Suami Atau Istri Atau Orang Tua Atau Anak - Berita | Mahkamah Konstitusi RI. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia . https://www.mkri.id/berita/tindak-pidana-perzinaan-diproses-jika-diadukan-suami-atau-istri-atau-orang-tua-atau-anak-24739

Kompas, R. (2025). Mempertanyakan KUHP dan KUHAP. Kompas.Com. https://www.kompas.id/artikel/mempertanyakan-kuhp-dan-kuhap?open_from=Search_Result_Page

Mubarok, N. ’, Islam, U., Sunan, N., Surabaya, A., Yani, J. A., & Surabaya, I. (2024). Sejarah Perkembangan Hukum Pidana di Indonesia: Menyongsong Kehadiran KUHP 2023 dengan Memahami dari Aspek Kesejarahan. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 27(1), 15–31. https://doi.org/10.15642/ALQANUN.2024.27.1.15-31

Nuryanti, N. (2026, May 4). Korban Kiai Cabul Pati Diduga Capai 50 Santriwati, Polisi: Semakin Banyak, Semakin Berat Konsekuensi - Tribunnews.com. Tribunnews.Com. https://m.tribunnews.com/amp/regional/7825902/korban-kiai-cabul-pati-diduga-capai-50-santriwati-polisi-semakin-banyak-semakin-berat-konsekuensi

Rosidin, A. B. (2026, January 4). Perzinaan dan Kumpul Kebo Bisa Dipidana, Ini Ketentuannya dalam KUHP Baru. Pikiran Rakyat. https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019911097/perzinaan-dan-kumpul-kebo-bisa-dipidana-ini-ketentuannya-dalam-kuhp-baru?page=all

Sasman, H., Poernomo, S. L., & Ilham, M. A. (2026). Analisis Yuridis Delik Aduan dan Umum Perzinaan dalam Perspektif Hukum Islam dan KUHP Baru. LEGAL DIALOGICA, 1(2). https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/2325

Sianturi, M. S. (n.d.). Delik Aduan Terbatas Dalam Perzinahan Dan Kohabitasi Perlindungan Hukum Korban Pada Kuhp Baru.

Soerodibroto, S. (2019). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Edisi 5). Rajawali Pers.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pub. L. 1 (2023). https://share.google/LetM0ChbJbNnXfrvM

Juliantara, I. W. A., & Ariawan, W. E. (2026). Risk Management Analysis of Information Systems at Amertha Sanjiwani Store in Using ISO 31000 Based E-Purchasing Application. Krisnadana Journal, 5(2), 420-431.

Yudha Bramantyo, R., Pujiono, B., Windradi David Gunawan Wicaksono, F., & Santoso Djokoe Heroe Soewono, H. (n.d.). Perbandingan Hukum Pidana Kuhp Lama Indonesia Dengan Kuhp Baru Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Pembaruan Hukum Pidana.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Hsb, M. O., & Sembiring, N. (2026). REFORMASI HUKUM PIDANA MELALUI PENGATURAN DELIK PERZINAAN DALAM KUHP BARU: PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN. Jurnal Sutasoma, 4(2), 43–50. https://doi.org/10.58878/sutasoma.v4i2.456

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.